Cara belajar yang efektif

Cara Belajar yang Efektif

Insights from Make It Stick by Peter Brown, Henry Roediger & Mark McDaniel

Written by Nathan Lozeron

Translated by lexishon

“Masyarakat pada umumnya percaya bahwa jika Anda membaca dalam waktu yang cukup — katakanlah, sebuah buku teks atau serangkaian istilah dari kelas biologi – Anda dapat mengingatnya. Pada kenyataannya, tidak begitu.”

“Waktu yang digunakan untuk membaca ulang bisa tampak seperti uji tuntas, tetapi jumlah waktu belajar bukanlah ukuran sebuah pemahaman/penguasaan.”

Membaca ulang adalah strategi belajar yang mengerikan. Pengulangan dalam jangka waktu yang singkat adalah strategi pengembangan keterampilan yang tidak produktif. Mengapa? Karena terlalu mudah.

“Semakin sering Anda mengulang dalam satu sesi, semakin familiar dan semakin sedikit usaha Anda untuk mengingatnya, karena itu semakin sedikit Anda belajar. Belajar yang mudah itu seperti menulis di pasir, hari ini ada tapi besok sudah hilang tak berbekas.”

Berikut adalah tiga teknik pembelajaran yang benar-benar meningkatkan kemampuan untuk mengingat informasi, memperoleh keterampilan, dan akhirnya menguasai materi/skill tersebut. Dengan kata lain, cara belajar yang benar-benar efektif.

1. Self-Quizzing (bertanya pada diri sendiri)

Hentikan Audiobook setiap 30 menit atau letakkan buku setiap 15 menit dan tanyakan pada diri sendiri tiga pertanyaan penting ini:

  • 1. Apa gagasan utama dari buku yang saya baca/dengar?
  • 2. Manakah dari gagasan itu yang baru bagi saya?
  • 3. Bagaimana saya bisa menggunakan ide-ide ini dalam hidup saya?

PERINGATAN: Sulit untuk mengingat detail yang baru saja Anda baca/dengar!
Menurut bukti empiris, Anda lupa sekitar 70% dari apa yang baru saja Anda baca dan dengar segera setelah Anda mempelajarinya.

Metode Self-quizzing memaksa Anda untuk menggunakan informasi terbatas yang Anda ingat untuk menavigasi jalan kembali ke informasi yang baru saja dilupakan. Jika belajar seperti menjelajahi tanah baru, maka self-quizzing seperti menelusuri kembali langkah Anda. Ketika Anda berupaya menemukan jalan kembali ke informasi yang ingin Anda pertahankan, Anda memperlambat laju lupa.

“Semakin sulit bagi Anda untuk mengingat pelajaran baru dari memori, semakin besar manfaatnya … upaya mengingat kembali pelajaran yang baru saja dibaca akan membuat anda semakin mengingat memori tersebut, dan memori tersebut akan lebih menempel di ingatan anda dalam waktu yang lama.”

2. Interleaving

Alih-alih mempraktikkan satu keterampilan khusus berulang-ulang, beralihlah di antara tiga atau lebih keterampilan serupa.

“Seorang pemain baseball yang berlatih memukul lima belas fastballs, lalu lima belas curvballs, dan kemudian memukul lima belas changeups akan tampil lebih baik dalam latihan daripada pemain yang (memukul tiga jenis pukulan secara acak). Tetapi pemain yang meminta lemparan acak selama latihan akan membangun kemampuannya untuk merespons setiap jenis lemparan, dan dia menjadi pemukul yang lebih baik.”

Jika Anda ingin mempelajari desain grafis dan program perangkat lunak seperti: Adobe Photoshop, Adobe Illustrator dan Adobe After Effects, jangan menguasai satu program dalam satu waktu. Tapi, pelajari ketiganya secara bersamaan. Pelajari Photoshop pada hari Senin dan Jumat, Illustrator pada hari Selasa dan Kamis, dan After Effects pada hari Rabu dan Sabtu.

Saat belajar memasak, jangan hanya menguasai satu resep sekaligus. Tapi, kuasai lima makanan serupa sekaligus, dan jangan pernah memasak makanan yang sama dua kali berturut-turut.

3. Spacing

“Melakukan banyak latihan akan membuat anda berhasil, tetapi hanya jika itu memiliki jeda.”

Pengulangan dalam jangka waktu yang singkat sangat bergantung pada memori jangka pendek. Namun, pengulangan yang dilakukan dengan jeda waktu mengharuskan Anda untuk menggunakan memori jangka panjang untuk mengingat informasi yang sebagian Anda lupa.

“Peningkatan upaya yang diperlukan untuk mengingat informasi setelah sedikit lupa memiliki efek retriggering consolidation (cara otak untuk menerjemahkan/mengurai informasi), yang berdampak semakin memperkuat ingatan.”

Jika Anda hanya memiliki dua jam untuk melatih keterampilan baru minggu ini, jangan lakukan dua jam sekaligus dalam satu hari. Sebaliknya, berlatihlah selama satu jam hari ini dan satu jam pada akhir minggu. Mengapa teknik self-quizzing, interleaving, dan spacing merupakan cara belajar yang efektif? Karena mereka sulit.

Semakin keras Anda berusaha mengambil informasi, semakin besar kemungkinan informasi itu akan melekat.

Semua kutipan tebal berasal dari buku Make It Stick.

Some interesting vocabulary that can be found in this book:

VocabularyDefinitionsCollocations
Due diligenceStandard of proper disclosure (uji tuntas)1. How much due diligence would you do
2. Due diligence is required by
3. Do their own due diligence
ImmerseOccupy yourself totally with something1. Vowed to immerse
2. Totally/ completely immerse
3. Immerse yourself/himself/herself/myself
Share this on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty + nineteen =