How To Stay Motivated

Sebagai manusia biasa, kita pasti pernah mengalami yang namanya gak semangat. Iya, siapapun kita, gak peduli apapun profesi kita, pasti pernah ngalamin yang namanya ga semangat atau bahasa keren nya demotivated. Ya ngga?

Bahkan kalo kata mentor saya, pengusaha yang omset nya udah milyaran pun pasti pernah ngalamin hal ini. Cuma memang kalo mereka lagi gak semangat, mereka bisa memotivasi diri mereka sendiri. Jadi, mereka kembali termotivasi dalam waktu yang relative singkat.

Gimana sih cara mereka memotivasi diri mereka sendiri? Padahal yang namanya bisnis itu pasti selalu ada cobaannya, selalu ada masalah. Iya kan?

Sebenarnya, ada dua pendekatan buat memotivasi diri sendiri. Yang pertama adalah external motivation yang kedua adalah internal motivation.

Apa sih beda kedua pendekatan tersebut? Kalo external motivation biasanya digunakan untuk menimbulkan motivasi, sedangkan internal motivation digunakan untuk menjaga motivasi.

Nah, external motivation dan internal motivation ini dibagi lagi menjadi 3. Kita bahas external motivation dulu ya?

Yang pertama, namanya factor why

Intinya, factor why adalah alasan seseorang melakukan sesuatu. Contohnya, Chris Pell, founder dari IELTS Advantage pernah bilang kalo salah satu factor why dia adalah keluarganya.

Emang sih, motivasi mungkin akan hilang, tapi jika seseorang punya alasan atau tujuan maka orang tersebut akan kembali termotivasi. Dan semakin kuat alasan atau tujuan tersebut, maka akan semakin kuat energinya untuk mencapainya.

Yang kedua adalah Inspirasi

Inspirasi adalah cara tercepat untuk kembali termotivasi. Inget kan, waktu pertama kali N-250 mengudara? Banyak anak muda pada waktu itu yang terinspirasi oleh mendiang B.J Habibie.

Motivasi emang bisa bikin seseorang melakukan sesuatu, tapi inspirasi akan membuat seseorang ingin menjadi sesuatu.

Yang ketiga adalah kepepet

Dalam keadaan kepepet atau terdesak, semua orang pasti akan melakukan sesuatu gak pake tapi-tapi, gak pake nanti-nanti. Iya kan?

Nah, external motivasi ketiga ini cocok banget buat anda yang gak punya alasan dan tokoh inspirasi. Karena faktor kepepet ini bisa terjadi secara alami, tapi bisa juga terjadi karena kita buat-buat.

Oke,  sekarang kita masuk ke internal motivation.

Berbicara tentang internal motivation, maka gak bisa lepas dari nama Daniel Pink seorang penulis buku Drive: the Surprising Truth About What Motivates Us. Menurut Dan Pink, internal motivation juga dibagi menjadi 3 macam.

Yang pertama adalah autonomy

Seseorang yang punya autonomy atau menjalani sesuatu berdasarkan pilihannya sendiri, biasanya bakal lebih termotivasi daripada mereka yang menjalani sesuatu karena pilihan orang lain. Kenapa? Karena jika seseorang menjalani pilihannya sendiri dan bertanggung jawab dengan pilihannya tersebut, maka orang tersebut akan sadar dan sabar saat menjalani prosesnya.

Internal motivation yang kedua adalah kesempatan tumbuh.

Sebagai mahluk hidup, maka salah satu fitrah kita ialah tumbuh. Inget tumbuh itu keatas, bukan ke samping.. eh kok jadi iklan.. hehe..

Kenapa? Karena seseorang yang sedang bertumbuh, maka gak akan punya waktu untuk bermalas-malasan. Pernah ketemu dengan seseorang yang berada di lingkungan yang bikin dia ga bisa tumbuh menjadi lebih baik? Dia ketularan jadi malas-malasan kan? (hayoo siapa yang kayak gini??)

Makanya, kalo anda berada di lingkungan yang bikin anda ga bisa tumbuh, maka cari tantangan yang bikin anda bisa tumbuh. Tantangan yang saya maksud bukan berarti cari kerjaan baru atau resign terus jadi pengusaha ya..

Internal motivation yang terakhir adalah makna

Kalo kita menjalani sesuatu yang bermakna buat diri sendiri dan bermakna buat orang lain, in syaa Allah kita akan semangat buat ngejalaninnya. Nabi Muhammad S.A.W juga pernah bilang kalo sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Jadi, berikan makna kepada yang sedang anda kerjakan.

Oh iya, sedikit tips tambahan dari saya:

kalo Anda sedang merasakan demotivated, coba deh anda buat orang lain tersenyum karena anda. Bisa dengan cara apapun, selama masih halal ya..

In sya Allah dengan membuat orang lain tersenyum, anda akan merasa bahwa hidup Anda bermanfaat bagi orang lain dan itu akan membuat anda semakin bersemangat dalam menjalani hidup.

Tambahan lagi sedikit dari saya:

Demotivated (adjective) = feeling less interested in and enthusiastic about your work.

Demotivating (adjective) = making someone less enthusiastic about a job or task.

Share this on:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − 8 =