Cara menentukan tema skripsi

Tiga Tips untuk Menentukan Tema Skripsi yang Mudah Diikuti

Mungkin, salah satu momok bagi seorang mahasiswa adalah tugas akhir atau skripsi. Apalagi kalo mahasiswa tersebut merasa salah jurusan. Seperti saya.

Biasanya, ketika seorang mahasiswa sudah berada di semester 4 keatas, ia akan mulai memikirkan mau nulis skripsi tentang apa.  Menulis skripsi memang ga semudah membalikkan telapak tangan, apalagi kalo mahasiswa tersebut jarang membaca buku-buku yang diberikan oleh dosen di mata kuliah-mata kuliah yang diajarkan. Saking susahnya, bahkan ada lagunya nya lhoo (udah kayak film ajah..)

Atau bisa jadi, mahasiswa tersebut “terlalu” rajin melahap semua materi yang diberikan dosen, sehingga ia kebingungan ingin menulis apa karena semua dianggap menarik.

Saran dari saya yang pernah merasa salah jurusan dan pernah menjadi dosen selama 3 tahun adalah:

Tanya Diri Sendiri

Tanyakan pada diri sendiri “dari semua mata kuliah yang sudah diajarkan, mata kuliah mana yang paling menarik?” Biasanya, kalo kita tertarik dengan materi-materi di suatu mata kuliah tertentu, maka kita akan bersemangat untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan materi tersebut.

Jangan gampang tertarik dengan isu yang lagi hangat. Karena kalo alasan teman-teman “mumpung masih hangat isu nya” bisa jadi saat teman-teman nemuin hambatan dalam proses menulis atau mencari data, teman-teman akan mudah menyerah.

Saya pribadi pernah bercita-cita ingin menulis skripsi tentang isu atau masalah yang berkaitan dengan islam dan menunjukkan pada dunia kalo islam itu adalah agama yang rahmatan lil- ‘alaamin (idealis banget ya…). Akhirnya pilihan saya jatuh ke isu-isu seputar implementasi hukum humaniter.

Meski apa yang kita tulis adalah suatu hal yang kita senangi, ini ga ngejamin kalo proses menulis skripsi yang kita jalani akan lempeng-lempeng aja lho..

Sebagai seorang mahasiswa, teman-teman perlu menyadari bahwa tugas dosen itu sangat buanyak. Mulai dari ngajar, penelitian sampai melakukan pengabdian ke masyarakat. Artinya, skripsi kamu yang dibimbing beliau itu hanya sepersekian persen dari total kewajiban yang harus beliau lakukan.

Jadi kalo di tengah bimbingan, dosen kamu susah ditemuin ya sabar aja ya.. mungkin memang beliau lagi sibuk banget. Bahkan ada dosen yang curhat tentang susahnya membimbing mahasiswa nya lhoo…

Siapa Dosen yang Enak Diajak Diskusi

Kalo kamu ngerasa ga ada mata kuliah yang menarik, coba inget-inget lagi siapa aja dosen yang pernah ngajar teman-teman dan enak diajak diskusi. Biasanya kalo teman-teman enak berdiskusi tentang suatu hal dengan seorang dosen, teman-teman juga akan nyaman saat bimbingan skripsi dengan beliau.

Saya sendiri ga nerapin cara ini, karena saya jarang diskusi dengan dosen. Atau bisa dibilang saya tipe mahasiswa yang ngga dikenal sama dosen. Jadi, kalo teman-teman mau nyoba cara ini, rajin-rajinlah ngajak diskusi dosen kesayangan kalian ya..

Mata Kuliah Mana yang Paling “Gampang”

Tips ketiga ini berkaitan sama tips nomer dua sih, karena dosen yang “dekat” dengan mahasiswa biasanya akan membuat mata kuliah jadi kerasa gampang. Dan saat mata kuliah kerasa gampang, tugas dari dosen pun jadi terasa mudah untuk dikerjakan, dan nilai pun akhirnya maksimal. Nah, dari mata kuliah yang nilainya maksimal ini teman-teman bisa ambil materi yang paling teman-teman kuasai untuk diteliti lebih dalam lagi dan dijadikan skripsi.

Well, itu tadi tiga tips dari saya untuk teman-teman yang masih bingung mau bahas apa di skripsi nya nanti.  Tiga tips di atas cuma hasil pengamatan pribadi aja lho. Jadi, bisa bener bisa salah.. tapi, semoga bermanfaat ya?

Bagi teman-teman yang sedang menyusun skripsi, mungkin tulisan ini bisa membantu.

Share this on:

2 thoughts on “Tiga Tips untuk Menentukan Tema Skripsi yang Mudah Diikuti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − 8 =